“Si Gila” Bersyair

Standar

Aku melihat

orang-orang menjadi tamu

betah dalam perantauan

perjalanan dalam kepanjangan hari

mempermainkan mereka

dengan kampung permainan

kemanisan yang mereka rasakan

pasti berganti

sementara

mereka menyaksikan kefanaan

tak terdapat sesuatu yang abadi

mereka tetap berusaha

tuk mengutuk dunia

takpernah kulihat

sesuatu seperti dunia

dicaci, dikejar, dan diperah

diperutnya terkandung mutiara

membuat manusia bijaksana

berubah drastis menjadi bakhil

padahal

racun berbahaya terselip dibaliknya

yang pasti mematikan pereguknya

itulah kematian

sungguh, aku merasa bingung

melihat si pandir yang dungu

keduniaan, hanya sepercik nikmat

tetapi mereka mengejar dengan semangat

padahal mereka hanya dipermainkan

semua heran, semua menjadi bingung

mereka berdusta

mendustakan ucapan dengan perbuatan dan kata-kata terbaik

hanya ucapan yang tak didustakan

*dalam Pesan-Pesan Sufi, oleh Abdurrahman Ibnu Jauzi