Agamawan, Negarawan, Cendikiawan Pembusuk Negeri Saya

Standar

13368706651971331695leader_165365Helpful

Semakin banyak berfikir, semakin banyak merenung.

Semakin banyak berbicara, semakin lemah berfikir.

semakin banyak bercuap berdebat, semakin buta hati semakin mantap ego.

Dinegeri ku, orang yang ditinggikan oleh jabatan, ilmu, dan sebagainya, jatuh tersungkur terhembus angin karena lupa akhlak, lupa tuhan, lupa langit, lupa moral, dan parahnya, kejatuhannya tersebut menimpa pewarisnya, menularkannya, dan ikut membusukannya.

maka terjadi ke estafetan membusuknya akhlak,

yang pintar bercuap dan berdebat, bangga akan hal tersebut, cuap-cuap kiri kanan komentar kiri kanan, akhirnya matinya tertelan ludah cuapnya yang berkumpul dimulutnya karena terlalu banyaknya bercuap.

yang pintar menggurui, bangga akan kepintarannya menggurui, sampai lupa untuk turun kebawah, mengaplikaskan, dan mencontohkan. menggurui sebatas menyenteri, tanpa mau menemani dijalan jurang gelap. akhirnya yang digurui mati terperosok jatuh kejurang, dengan kebutaannya, dengan kesendiriannya.

yang mengaku paling dekat dengan tuhan, bangga dengan perasaan kedekatannya, bangga untuk mengomentari kdekatan orang lain dengan tuhannya, tuhannya dirasa sahabatnya sendiri, sehingga CARA ORANG UNTUK MENDEKATI TUHANNYA, dianggap KAFIR, BID’AH, dan KELUAR JALUR. Akhirnya orang tersebut dia dimatikan atas nama agamanya atas nama tuhannya.

yang paling parah adalah orang-orang pintar tersebut, mereka membusukan negeri saya, dengan kebusukan mereka, mereka mewariskan kebusukannya, kepada pewarisnya. Negeri saya kini, dibusukan oleh segala aspek, dibusukan oleh agamawan, dibusukan oleh negarawan, dan dibusukan oleh cendikiawan.

Dulu dinegeri saya, Nabi Muhammad mengajarkan, orang dihukum karena tindakan kesalahan sosialnya. Agamawan, negarawan, dan cendikiawan sepakat menghukum atas nama penegakan keadilan sosial, kedamaian, dan ketentraman bermasyarakat.

Tapi sekarang, di negeri saya, orang dihukum karena tindakan agamanya bukan lagi tindakan sosial. Agamawan, negarawan, dan cendikiawan sepakat untuk menjadi tuhan, sehingga matilah kami ditangan tuhan-tuhan dunia.

Iklan