SAZIRA

Standar

Merona, mengalir lembut, menjamah kesegala sudut. Sazira senyum dengan hangat dan tulus. Mata bulatnya menghilang ditimpali lipatan-lipatan kelopak mata yang berbenturan, membentuk garis lurus indah dan rapi. Mengembang pipinya terdorong bibir tipis yang melebar lepas dengan batasannya. Enggan menilainya. Usaha menilai rautan wajah tersebut merupakan kekeliruan paling mendasar yang merusak kemurnian dari esensi dari senyum itu. Hanya mampu mati terpaku, pasrah menikmati.