Kritik Islam Terhadap Marxisme

Standar

Hanya mengutip dari bukunya Ali Syari’ati halaman 119 yang berjudul Kritik Islam Terhadap Marxisme dan Sesat-Pikir Barat Lainnya. Dia mengatakan bahwa,

Tidak mengherankan bahwa setelah jatuhnya borjuis dan kemenangan komunisme, dialektika Marx terpaksa berhenti dalam sejarah, dan perjuangan tesis dan anti-tesis mencapai puncak dalam semacam koeksistensi damai! Marx tak berdaya menunjukan kemana , setelah komunisme, nasib manusia akan menuju dalam dunia ini; apa lagi dunia nanti (hari kemudian). Inilah masalah yang tidak dapat dipecahkan baik oleh materialisme lama maupun materialisme dialektika. Karena, seperti yang dikatakan Rene Guenon: “apabila dunia tanpa arti dan tujuan, maka manusia pun tanpa arti dan tujuan,” Marx mengakui bahwa kemanusiaan semacam itu tidak mempunyai nasib “nyata.”

Islam, dipihak lain, berbuat lebih dari sekedar memberi kemanusiaan suatu kedudukan terhormat dalam alam, “Telah Kami muliakan anak cucu Adam.” (QS 17:70). Ini lebih dari sekedar menyangkal bahwa Tuhan menjadikan manusia makhluk yang tak berdaya , kehilangan dirinya, mencari kekuatan dan nilai-nilainya sendiri dalam wujud Tuhan dan menuntut nilai-nilai itu dari-Nya dengan “keluhan dan air mata.” Islam menganggap bahwa Tuhan menyerahkan amanataNya kepada kemanusiaan: “Kami tawarkan amanat pada langit, bumi dan gunung-gunung, dan mereka menolak untuk menanggungnya (memikulnya) karena takut, dan manusialah yang melakukannya. (QS 33:70)” Islam telah menunjukan bahwa manusia diciptkan sebagai wakil Allah dalam alam: “Sesungguhnya hendak Ku tempatkan di bumi seorang Khalifah.” (QS 33:30)