Asimiles

Standar
Jane Paul Sartre, dalam kata pengantarnya untuk buku Les Damnes De la Terre, karya Francois Nellino, menuturkan: “Kita pilih beberapa orang pemuda Afrika dan Asia untuk kita kirim beberapa bulan lamanya ke Amsterdam, Paris, London, dan Brussel. Sesudah beberapa waktu mereka kita beri baju dengan model Eropa, kita suapkan istilah-istilah Eropa, dan kita kuliti mereka dari peradabannya. Sesudah itu, kita ubah mereka menjadi bebek-bebek dan kerbau-kerbau, dan itulah saatnya bagi mereka untuk siap dikirm pulang. Dengan demikian, mereka akan menjadi bebek-bebek yang dengan setia menyuarakan segala sesuatu yang kita ucapkan tanpa mereka sendiri tahu artinya. Segala sesuatu yang kita kerjalan akan mereka tiru, dan mereka dengan bangga mengatakan bahwa telah berkata dan berbuat sesuatu dari dirinya sendiri. Mereka itulah yang kita sebut dengan Assimiles.
 
(Ali Syariáti, dalam Ummah dan Imamah: Suatu TInjauan Sosiologis, 1989, h. 73).