Sunni & Syi’ah Sibuk Menjadi Ya’juj & Ma’juj

Standar

Pernah mendengar Ya’juj Ma’juj? Kedua istilah ini digambarkan oleh Allah dalam surat Al-Anbiya’ ayat 96-97 sebagai sesuatu yang nyata, sesuatu yang benar adanya pada masa akhir kehidupan manusia di dunia. Mereka akan muncul membelalakan mata orang-orang kafir sehingga mengejutkan mereka hingga panik.

Dalam beberapa kisah, kedua makhluk ini merupakan makhluk yang akan merusak alam dunia dengan sikapnya yang serakah, rakus, tamak, dan seterusnya. Sehingga hancurlah bumi ini. Kerusakan tersebut akan berakibat fatal dalam sejarah akhir kehidupan manusia.

Pada era modern kini, tepatnya tahun 2015, saya sebagai muslim menyaksikan sendiri dengan mata kepala bagaimana transformasi kedamaian semakin lama mengarah pada kehancuran total oleh manusianya itu sendiri. Terutama dari dalam kubu Islam itu sendiri, akibat dari dua aliran keagamaan yang memecah kesatuan Islam, yakni Sunni dan Syi’ah. Kedua aliran ini merobek secara membabi buta tubuh Islam yang damai, sejuk, dan indah. Meskipun saya memahami bagaimana kedua aliran keagamaan ini telah ada sejak Rasulullah S.A.W. wafat. Namun, saya baru menyaksikannya kini secara langsung bagaimana kedua aliran keagamaan ini memisahkan kesatuan persatuan yang dibentuk dan diperjuangkan oleh Nabi Muhammad S.A.W dan nabi nabi maupun rasul lainnya untuk seluruh manusia di muka bumi ini.

Kedua aliran keagamaan ini telah bertransformasi bagi pemahaman saya sebagai bentuk yang telah berusaha menjadikan dirinya sendiri sebagai rupa dari ya’juj dan ma’juj. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana di masa kini mereka muncul secara jelas dan nyata, semakin hebat kerusakan yang mereka ciptakan, saling fitnah, saling berperang, dan seterusnya, hingga menyebabkan orang-orang kafir terbelalak ketakutan, bahkan sangat bersemangat untuk ikut campur memusnahkan kedua aliran keagamaan ini.

Maka saya berpendapat, baiknya umat Islam kini harus mengingat kembali dimana mereka meletakan seragamnya yang suci dan indah itu. Seragam Islam, seragam kesatuan pembawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh anggotanya, seragam yang satu yang akan mengarahkan pemakainya menuju kedamaian yang abadi.

Hendaklah mereka melepas atribut Sunni dan Syi’ah demi menjauhi sifat-sifat perpecahan yang dimiliki Ya’juj dan Ma’juj. Mari kita malu kepada kafir yang menjadikan kita seolah sebagai boneka yang dapat dimainkan sesuka hati, dilempar kesana kemari, dibuang kesana kemari, kemudian terkejut ketika mereka melihat bonek itu sadar dan hidup, sehingga merusak keaadaan yang telah mereka (kafir) ciptakan. Marilah kita sadar akan musuh abadi kita, yakni syaitan, hawa nafsu, dan kafir yang merusak dan memusuhi Islam. Marilah kita perjuangkan ilmu, iman, dan ketakwaan kepada Allah. Lupakanlah sistem Monarki, Demokrasi, Kapitalisme, Marxisme, Liberalisme, Humanisme, Eksistensialisme, dan seterusnya yang merupakan ciptaan manusia-manusia menakjubkan namun nihil moral, akal sehat, dan seterusnya. Maka kembalilah kepada sistem yang telah Allah ajarkan kepada Rasulnya dan yang telah diteruskan kepada kita umatnya, yakni sistem Syari’at Islam. Melalui sistem itu, maka cara yang paling masuk akal untuk menciptakan perdamaian bagi umat Islam dan seluruh dunia adalah bersatu, ambil kekuasaan tertinggi, kelola masyarakat dan alam secara adil, didiklah mereka, dan ingatkanlah mereka kepada kekuasaan sang raja maha raja atas muka bumi ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s