Menawarkan Konsep “Perjuangan Kekuasaan Yahudi” Kepada Para Pendamba Khilafah

Standar

Jika kita rujuk pada persoalan-persoalan yang terjadi di dunia kini, khususnya terhadap aktor-aktor islam yang menjalankan peranannya sebagai pengemban amanah langit dalam aspek keduniaannya (terutama para aktor di Timur Tengah, Asia dan Afrika), dapat kita saksikan bagaimana Islam sangat porak-poranda di era moderen kini yang dibawa oleh mereka, dimulai dari akar hingga puncuk tertinggi pengembannya. Maka, hal inilah yang mengusik saya mengenai akuntabilitas para pemeran islamis kini yang notabenenya memahami betul konsep-konsep Islam dalam menjalankan pola-politik kenegaraannya, terutama usaha-usaha membumikan Islam sebagai “rahmatan lil alamin.”

Terjadi kekeliruan yang mendasar dan sangat akut telah dilakukan oleh mereka. Oleh karenanya, atas dasar persoalan-persoalan tersebut saya mencoba menyarikan bagaimana konsep-konsep duniawi yang dijalankan para non-Muslim, khususnya orang-orang Yahudi, dalam memperoleh kekuasaannya dalam mengelola dunia internasionalnya kini, yang sebenarnya dari dulu sudah diterapkan oleh Islam dan dicontohkan oleh nabi Muhammad S.A.W, namun dilupakan oleh para muslim yang haus akan kekuasaan sempit duniawi. Hingga rezim internasional direnggut oleh para yahudi-yahudi tersebut.

Hal itu tergambarkan dari peta politik keamanan yang terjadi di Timur Tengah, Asia, maupun di Afrika. Timur Tengah yang secara awam kita pahami sebagai regional yang menjadi awal mula bagaimana konsep agama-agama samawi (agama-agama yang diyakini langsung dari Allah, yakni Islam, Kristen dan Yahudi) diturunkan dimuka bumi, khususnya agama Islam yang secara eksklusif pertama kali di turunkan melalui nabi Muhammad S.A.W. di kawasan tersebut. Kawasan ini  megalami kemunduran peradaban, ekonomi, politik, sosial, dan ideologi yang sangat akut di era kini, hingga menimbulkan perang saudara yang berkepanjangan antar sesama penganut agama Islam. Kita ambil contoh mengenai sekte-sekte Islam disana, yakni Sunni dan Syi’ah yang secara jelas di kukuhkan dalam perang antara Arab Saudi maupun negara-negara teluk lainnya, melawan pengaruh Syi’ah Iran dan negara-negara penganut lainnya, serta organisasi-organisasi Islam yang memecah belah paham kesatuan Islam yang sebelumnya tidak pernah diajarkan Nabi S.A.W. Hal-hal tersebut mengotori kedamaian islam yang sebenarnya menjadi cita-cita kolektif umat manusia. Begitu juga di kawasan Asia dan Afrika, kawasan ini turut bergejolak akibat terbelah-belahnya pemahaman akan islam ini.

Maka, dari contoh-contoh nyata dan faktual tersebut, dapat kita pahami menganai aspek-aspek apa saja yang melemahkan perjuangan kekuasaan umat Islam dalam mengelola persoalan-persoalan duniawi di dunia internasional ini. Pertama, umat Muslim di era Modern ini (khususnya para petinggi-petinggi umat Islam) sudah jauh akan kesadaraan posisi mereka sebagai budak abadi Allah S.W.T. Hal ini menciptakan bagaimana pemimpin-pemimpin muslim kita sangat haus akan jabatan-jabatan kekuasaan yang sangat personal, seperti para raja-raja Arab Saudi, dan para pemimpin umat Islam pada umumnya (Ulama, Kyai, Habib, Ustad dan sebagainya) yang fokus pada persoalan-persoalannya sendiri/institusinya sendiri, bukan Islam secara keseluruhan, sehingga persoalan-persoalan sepele yang sifatnya sistematis saja menjadi persoalan yang besar dan menjadi fokus, sehingga aspek-aspek keseluruhan umat Islam hilang dari pandangannya. ( dapat dilihat dalam Konflik Yaman, Palestina, Rohingya, Bokoharam, Isis, Afghanistan, dan lainnya), dan fokus pada persoalan (Bacaan Qiraat, Pertengkaran persoalan fikih, dan sebagainya) mereka lupa akan musuh utama dan tujuan islam di muka bumi ini. Kedua, Umat islam modern kini lupa akan bahaya pembentukan golongan-golongan (sekte-sekte maupun organisasi-organisasi) yang notabenenya dapat menciptakaan kecintaannya terhadap golongan-golongannya itu sendiri, sehingga kemaslahatan umat islam pada umumnya terlupakan. Oleh karenanya yang hadir adalah kekerasan-kekerasan antar sesama muslim yang menyebabkan mudahnya para pembenci Islam menggunakan momentum ini untuk memporak-porandakannya. Padahal nabi Muhammad sudah menegaskan akan bahaya penggolongan-penggolongan ini, terutama dalam pemehaman-pemahaman keagamaan dan kemaslahatan kolektif (politik). (dapat dilihat dalam Arab Spring, ISIS, Bokoharam, perang Sunni-Syiah, dan sebagainya) mereka lupa akan musuh utama dan tujuan islam di muka bumi ini. dan Ketiga adalah, umat islam lupa akan penggunaan metode Softpower, yakni metode-metode penyampaian melalui dakwah, ataupun peranan-peranana sosial dan kemanusiaan. Sehingga umat muslim kini sangat agresif dibidang penggunaan senjata perang dan sejenisnya maupun konflik-konflik bersenjata, atau dikenal dengan Hardpower. Akibatnya umat kita lebih mengutamakan beraliansi dengan bangsa-bangsa non-muslim lainnya untuk mencari tekhnologi perang dan sebagainya, seperti Nuklir, dan Senjata atau alat berat lainya. Mereka akan lebih mudah berkonflik dengan sesama muslim ketimbang melawan musuh yang nyata (dapat dilihat pada konflik Palestina dan Israel, serta penanganan Muslim Rohingya), mereka lupa akan musuh utama dan tujuan islam di muka bumi ini.

Maka dari problematika tersebut, dapat dipahami bahwa secara garis besar para pemimpin Islam umat modern ini lupa akan adanya Allah S.W.T rajanya seluruh umat, Sang Maha Pengasih, Penyayang, Pelindung, dan Pemberi kedudukan. Pemimpin kita Sibuk akang memperjuangkan jabatannya sendiri. Untuk itu mari kita tengok usaha-usaha duniawi yang dilakukan para yahudi untuk dapat menjadi pengatur dunia internasional kini.

Pertama, sebelum umat yahudi dapat mengelola dunia seperti era modern kini, dalam negara hegemonnya (Amerika, Rusia, China, maupun negara-negara Eropa lainnya) serta Institusi internasionalnya (baik budaya, sosial, politiknya, dalam hal ini PBB, Hollywood, Ilmuan, dan sebagainya), bangsa yahudi sangat terpuruk dalam keberadaannya di dunia internasional ini. Islam ketika itu masih dikelola oleh para pemimpin-pemimpin yang sangat ingat akan Allah, keilmuannya kuat, dan persoalan politik/keduniaannya pun sangat kuat, serta persoalan keagamaan nya yang sangat padu dengan kematerialan. Maka, umat Yahudi tidak melakukan usaha-usaha perang (seperti yang dilakukan ISIS, Bokoharam, dan kawan-kawannya), namun mereka melakukan usaha softpolitic, yakni dengan mencari kelemahan-kelemahan manusiawi seluruh manusia (layaknya iblis). Mereka mengiming-imingi para pemimpin kita/umat manusia dengan keabadian jabatan, kemudahan ases kemanusiaan, kebebasan dalam segala bentuk dan ruang, serta persoalan-persoalan lainnya yang sangat menyentuh persoalan manusiawi dan nafsu hewani masyarakat (feminisme, gender-equality dan sebagainya), sehingga mereka dengan sangat mudah disenangi oleh masyarakat. hal ini dapat kita lihat bagaimana para Yahudi masuk dan mengelola pemerintahan negara-negara, melalui aspek kebudayaannya yang sangat sarat akan pornografi dan sebagainya, serta mereka mengukuhkan eksistensinya dalam institusi-institusi internasioanal. MEREKA TIDAK AMBIL JALAN PERANG DAN SEBAGAINYA YANG JAUH DARI PERSOALAN KEMANUSIAAN. Kedua, mereka para yahudi/zionis, tidak melakukan perpecahan-perpecahan umat seperti yang dilakukan oleh umat kristen dan Islam. mereka tidak membagi-bagi secara terang-terangan akan keberbedaan pendapat antar sesama golongan, dan gila-gilaan melakukan perdebatan internal antar pemaham agamanya. Akibatnya kesoliditasan akan tujuan utamanya jelas, dan dapat mereka perjuangkan dengan sangat jelas pula. MEREKA TIDAK FOKUS PADA PERSOALAN SEPELE, NAMUN BERJUANG UNTUK KEBANGKITAN KOLEKTIF UMATNYA.

kedua hal ini secara terbuka dapat kita pahami menjadi aspek penting bagaimana melakukan perjuangan-perjuangan untuk bangkit, untuk memperkenalkan konsep baru kepada masyarakat internasional. Adanya konstruksi ide mengenai keberadaan perjuangan-perjuangan ini sagat efektif dalam memikat hati rakyat secara gelobal, sehingga arus akses masuk pada pola pikir dan pola tindaknya sangat mudah diserap. MEREKA TIDAK MENGAMBIL JALAN PERANG/KEKERASAN/REVOLUSI, TAPI USAHA-USAHA NYATA MASUK KEDALAM SISTEM DAN MENGUBAHNYA DARI DALAM HINGGA BERHASIL MENGAMBIL ALIHNYA.

Hal inilah yang tidak dilakukan umat kita. Kita sibuk akan keterburu-buruan untuk mengambil jatah kekuasaan kita dalam mengelola dunia ini. Padahal konsep-konsep diatas (jika kita lepas aspek-aspek non-morilnya yang jauh dari Syari’at Islam) nabi Muhammad telah mengajarkan bagaimana pencapaian akan menangnya Islam dalam mengelola bumi Allah ini dengan metode Softpowernya, sangat jauh dari aspek perang, konflik, dan sebagainya. Pertama kali nabi mengajarkan akan kemurnia Islam, nabi masuk kedalam sistem arab ketika itu, dengan melakukan pengajaran-pengajaran yang intensif dan konsisten kepada umatnya. Nabi tidak langsung melakukan revolusi, perang atau menolak sistem dan mengacuhkannya, melainkan nabi masuk kedalamnya dan mengubah seluruhnya sesuai dengan Syari’at Islam, maka menanglah nabi kita. Perlakuan perang ketika itu adalah pada saat Islam diserang oleh eksternal, dan demi melindungi seluruh umat manusia yang ridho akan Islam, maka cepat diterimalah Islam. Nabi tidak pernah melakukan pemaksaan pemahaman dan ekspansi kekuasaan, hal itu tergambar bagaimana nabi tidak pernah menyerang kewilayah atau individu lainnya untuk mendoktrinkan pemahamannya, melainkan nabi hanya mengabarkan dan menegaskannya dalam hukum (fathul mekah tidak termasuk ekspansi karena nabi menjemput tanah milik muslim yang sebenarnya). Selanjutnya, nabi hanya mengajarkan untuk mencintai Allah dalam Islam setunggal-tunggalnya, dan semurni-murninya, maka organisasi-organisasi/sekte-sekte diluar itu tidak memiliki ruang. Akibatnya manusia seluruhnya mencintai umat islam secara kolektif, dan kepentingan-kepntingan duniawi terfokuskan berdasarkan kemaslahatan umat Islam seluruhnya. Persoalan Islam dikembalikan pada AL-QUR’AN dan HADIS, bukan pada PAHAM GOLONGAN.

Pada akhirnya, dapat kita simpulkan bahwa pemimpin dan para tetua kita lupa akan konsep perjuangan kekuasaan yang terlah diajarkan Allah melalui para Rasulnya, sehingga Islam kini sangat porak-poranda dan hina ditengah masyarakat internasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s