Kebebasan Murni (kesadaran penuh setiap individu akan dirinya sebagai budak dan hamba Allah S.W.T.)

Standar

Kebebasan yang dipahami secara umum oleh masyarakat internasional merupakan kebebasan yang disarikan oleh para pemikir barat. Baik para ahli, cendikiwan, masyarakat umum dan sebagainya, memahami kebebasan ini rata seluruhnya dari apa yang disampaikan oleh barat.

paham mengenai kebebasan yang disampaikan oleh barat atau yang biasa dikenal dengan istilah Liberlism, merupakan pandangan yang menegaskan bahwa kebebasan itu merupakan hak setiap individu. Namun, kebebasan yang dimaksud bukanlah kebebasan tanpa batas, atau kebebasan yang dimaknai secara sembarang. kebabasan yang dimaksud disini adalah seperti yang disampaikan oleh John Lock (1632-1704) seorang penggagas Liberalism yakni, “kebebasan yang menyadari bahwa individu lain memiliki pula hak kebabasan tersebut.”

oleh karena hal itu, dalam pandangan orang barat, kebebasan merupakan tujuan bagi setiap individu, sehingga mereka menyadari pula bahwa setiap kebebasan individu-individu yang ada dalam masyarakat akan saling berbenturan satu sama lain. Robert Jackson & Georg Sorensen dalam bukunya Introduction to International Relation mengatakan bahwa kaum liberal mengakui bahwa sifat alami manusia untuk saling bersaing satu sama lain dalam menggapai suatu hal dan mereka akan saling mementingkan diri sendir.

maka dari hal tersebut kaum liberal melebarkan konsepnya atas kepercayaannya bahwa walaupun sifat alamiah manusia seperti itu, namun manusia memiliki prinsip rasional, yang menyebabkan mereka lebih memilih jalan bekerja sama untuk mengambil kepentingan-kepentingannya karena dirasa lebih bermanfaat. sehingga pada ujungnya mereka akan menciptakan suatu hukum untuk mengikat dan menjaga hak-hak nya masing-masing.

————————————————————-

namun apakah mereka lupa, ketika mereka menciptakan suatu hukum bersama, atas landasan kepentingan mereka masing-masing apakah akan selalu berjalan sesuai irama satu sama lain? Tidak, tidak akan pernah. kesepakatan akan suatu usaha untuk mereduksi kepentingan-kepentingan satu sama lain akan menumpang tindihkan atau menyisihkan kepentingan atau hak individu lainnya. ketika mengambil suatu kesepakatan sudah barang tentu, kepentingan keseluruhan individu tidak akan semuanya disatukan atau lebih tepatnya dileburkan bersama, dan hal itu sudah menjadi barang tentu memburamkan yang satu dengan yang lainnya.

manusia akan tetap saja berbenturan satu dengan lainnya, tetap saja melenyapkan fakta- fakta realita dengan menggunakan ide-ide masing masing, dan ide tersebut akan menjadi fakta meleburkan ide lainnya disebabkan oleh perjuangan kekuatan dari si individu dominan yang kuat, sehingga istilah Liberalism atau kebebasan akan hak setiap individu malah akan tetap saja membawa kemusnahan, karna dari dasarnya saja ditopangkan pada individu manusai yang kaya akan nafsu, kesalahan, dan sebagainya. hukum manusia yang diciptakan manusia akan sia-sia dalam menegakan kebenaran, dan mebela hak manusai itu sendi. kerja sama yang diciptakan hanya kerjasama kemunafikan.

Lain halnya dengan Islam atau Muslim yang tersadarkan. muslim secara keseluruhan seperti halnya dengan barat mengidamkan akan kebebasan bagi setiap individunya, bebas dari tindahan individu lain, bebas dari kukungan individu lain, bebas dari jeratan individu lain dan sebagainya. namun, yang membedakan adalah Islam tidak menyingkirkan akan adanya Tuhan yang maha memiliki kebebasan tersebut. Barat lebih memilih untuk memperjuangkan kebebasan individu secara itu saja, namun ia melupakan akan adanya Tuhan S.W.T. sehingga mereka lebih memilih jalan untuk mempercayai prinsip rasionalitas manusia yang bekerja sama.

berbeda dengan muslim, umat Islam secara kesadaran penuh mempercayai bahwa mereka merupakan sebatas Hamba Allah, yakni seorang budak dari sang maha raja yang membawahai segala raja dimuka bumi ini. individu atau manusia seluruhnya adalah budak dari sang pemilik alam semesta, yang bekerja dan bertindak semata untuk memperoleh ridho dan belas kasihan dari pemiliknya, yakni tuhan yang maha esa.

dari konsep kepatuhan tunggal terhadap tuhan itu masyarakat Muslim berjuang keras untuk bebas dari segala kukungan individu lain, untuk berjuang keras lepas dari cengkraman dominasi individu lain. namun, namun mereka berjuang demi kebebasan tersebut atas landasan untuk bekerja keras dan penuh secara jasad dan rohani, untuk mengabdi tunggal kepada tuhan yang maha tunggal dan suci ALLAH S.W.T.

sehingga dari konsep tersebut kebebasan murni ialah penyerahan secara murni dan tulus akan kebebasan yang dimiliki setiap individu kepada sang pemilikinya yakni Tuhan Yang Maha Esa. dari penyerahan tersebut, secara logika, antara individu yang satu dengan yang lain, akan menjauhkan dirinya masing masing dari sifat alami manusia untuk saling bersaing satu sama lain dalam menggapai suatu hal (keinginan atau nafsu materi/dalam lingkup dunia) dan dari sifat saling mementingkan diri sendiri, keangkuhan, egois, sombong, dan sebagainya, dan membebaskan secara maksimal individu lain bertindak dan berlaku atas dasar perintah Allah S.W.T. mereka hanya akan berjuang  atau bersaing semata bukan untuk suatu hal yang sifatnya materi (kecil dan hina seperti dunia jabatan dan sebagainya) namun, mereka berjuang atau bersaing semata hanya untuk pengabdian kepada Allah S.W.T tuhan yang maha tunggal dan tak ada yang patut dipersaingkan selain dia.

Kebebasan Murni adalah kesadaran penuh setiap individu akan dirinya sebagai budak dan hamba Allah S.W.T.

maka manusia akan bebas secara utuh dan jelas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s